Powered By Blogger

Sabtu, 16 Maret 2013

"Matahari Timur"

Berlalu tinggalkan yang lalu, ia pun beranjak menapak. Dalam renungan malam ia bertatap menghadap pada Sang Penyata, tanyakan jawab yang tersembunyi... Ia masih beranjak... Tatapan kosong penuh arti ia tampakkan, buah pencarian di sunyinya gemintang.

Bernyanyi riang dalam tangis diri, wujud bahagia ia dapatkan dari Sang Penyata. Gulita perlahan benamkan biasnya, melaju sambut pendaran fajar...ia yang masih perlahan...kemerah merahan mulai menampakkan paras berwujud cipta, nantikan tangan tangan bercumbu pada kaki kaki terlangkah...

Semakin menampakkan wujudnya, ia mulai memeluk diri diri yang terpaku dalam kegelapan...belai pribadi dengan sinar di kehangatan pagi, masih memeluknya...pikul beban pribadi dari diri diri yang masih tersembunyi. 

Malam gelaplah pada gulita, beraikanlah warna warna merugi. Siang teranglah pada benderang, wujudkanlah pribadi indah dalam warnanya...yang perlahan. Ia tampakkan wujudnya di timur kejauhan, teramat dekat kala sang diri mampu merasa hangat dalam biasnya...tak kan pernah merasa jauh teruntuk jiwa yang damai dalam pendaran sinarnya... 

Menapak di hangatnya pagi, ia pun beranjak... Mencari rangkaian dari kata kata terberai tuk wujudkan catatan samar dalam sebuah kanvas fana. Dimulai dari prolog kecil ia merangkai kayanya kata yang masih kuncup dalam warna dunia. Urutkan sajak hidup terbenam oleh peluk temaram, terpendarlah... 

Di sengatan surya meninggi semakin deras kucuran itu, peluh di tiap tetes keringatmu...apa itu wujud linangan darahmu...gambaran dari peperangan dalam perjuangan hidupmu... Engkau pun masih nikmat, senyummu membias warna indah... Tiada keluh bersandingkan kesah dalam setiap ucap gerakmu, yang masih tersenyum... 

Pendaran beranjak condong ke ufuk peraduan, engkau pun membasuh peluh dalam tetesan itu...senyummu. Rajut merangkai kata yang kau tempel di catatan samarmu, mengisi mukti dari cerita panjang hidupmu. Mencari titik akhir cerita dalam sejarah indahmu... Berlalu dari sengatan surya, dalam jeda di singgahmu... Menanti kejora lambaikan damai bercumbu pada temaram diatas panggung lembayung senja. 

Dalam singgah engkau temukan Telaga, benamkan dahaga di kegersangan rasa. Kau teguk jernihnya telaga rasa, engkaupun semakin teduh dalam rindangmu...di teian telaga engkau menjulang tinggi kokoh di teduh rindangmu. Sejukkan Telaga yang selama ini menyendiri dalam pelukan surya, nantikan hanum yang merindu di teduh rindangmu... Engkau yang tersenyum indah bersama Telagamu.. 

Perlahan pendaran surya hanyut dalam pelukan ufuk di peraduan , jedanya tuk sambut sang esok...lembayung pun tak lagi senja. Kembali abadi menampak dalam gulita semesta, engkau yang tetap teduh...tersandaralah Telaga di teduh damainya rasa. Gemintang gemulai dalam tarian malam, purnama terkulai dalam pelukan rembulan...seakan tak mau tertinggal, sang bayu lirih melantun nyanyikan kerinduan...pucuk pinus pun tersenyum dalam dendang di panggung gulita malam. 

Malam semakin malam, gulita riang dalam benderang rembulan, lepaskan penat dalam perjuangan panjang di perjalanan hidup. Peluh yang terkucur oleh kesah sirna akan kesejukan di teduhnya hati kala damai rengkuh dirindangnya jiwa, sukma pun tersenyum di jernihnya Telaga... 

Bersama menghadap Sang Penyata akan nikmat peluh, kucuran semangat dalam wujud keringat semakin kuatkan wujud spiritual diri dalam pribadi kami...semakin menyeimbangkan kami sebagai Neraca antara Nurani dan Tirani yang bersemayam dalam kejernihan hati...semakin larut dalam hening sunyinya gulita...hening kami dalam renung cipta, sujud akan segala warna warna indah ciptaMU... 

Sepertiga malam waktu tersisa mewujudkan penyatuan dalam doa dari satu kesatuan mantra mantra jiwa atas namaMU...segala bentuk adalah wujud nikmatMU, dan langkah kami atas restuMU... Teduhkan Rindang damai kami, Jernihkanlah Telaga tempat kami membasuh diri... Teduh bersandingkan Jernih dalam Abadi-MU...

Titik akhir cerita dalam sebuah cerita yang selalu mencari akhir cerita dari sebuah cerita tanpa akhir sebuah perjalanan panjang "Matahari Timur"


"........dalam heningnya, esok kan menjelang"

17.26_27.02.13





Sabtu, 05 Januari 2013

ketika setia berkata...

setia...

ya...ia akan setia terhadap kata kata
ya...ia senantiasa setia kepada sang terucap
ya...ia tak kan ingkar oleh geraknya
ya...ia akan setia terhadap kaki dalam langkahnya

ketika ia berkata setia...

ia akan setia temani netra dalam tampak pilihnya
ia akan tetap setia menjaga alunan simphony hatinya
ya...ia akan setia kepada angin tuk dekap siupnya
ya...ia akan tetap setia berdampingan dengan malam di siangnya
ya...ia akan tetap setia...

ketika ia setia...

ya...ia akan tetap setia dengan dengan senyum dalam dukanya
ya...ia setia pada bahagia, setia akan renungan tuk kekalkan rasa'nya
ya...ia akan setia di butiran waktu yang mengodanya
ya...ia akan tetap setia pada lingan rasa'nya

ia setia...

setia akan diri di pribadinya
setia pada sukma dalam jiwanya

ya...ia akan setia kepada setianya rasa

...rasa setia







Selasa, 18 Desember 2012

kaca berkaca...

berkarat kerak cermin berkaca
retak terpendam kerak kerak karat
cermin pada bayang cerminan kaca
berkaca kaca karat berkaca

balik bayang membalik bayang
bayangan  kaca terbalik bayang
kaca kaca terbalik
bayang pun membalik  kaca

kerak...karat...kaca sebuah bayang

pendam kerak berkarat
retakkan cermin membayang kerak 
menjalar kerak  terpendam
cermin berkaca kaca

terpendam dalam kaca kaca
cermin tersimpan kerak kerak karat
kerak karat mewujud cerminan
berkaca kacalah kerak kerak karat

kerak yang mengarat pun berkaca kaca...


@pinggiran aspal pelosok tanahku...01.36_17.12.12   





Kamis, 06 Desember 2012

"jeda dalam singgah"

siup hantarkan senyum rasa itu
pencarian dari apa yang tertemukan

diamku dalam senyum...

dahaga akan sebuah ricik, singgahku karenamu
riak riak menari mengoda dalam sembunyinya

keringkah Telaga itu...

dimana aku menemukan tempatku singgah dalam perjalanan panjangku...

damaiku kala gelombangmu hampiriku di tebirnya
riuh nyanyian lingkar telagamu
kembalikan jiwa tersamar
di telagamu...semilir dekapku dalam peluknya

hentakan kian menghantam 
runtuhkan tembok penahan rasa itu 
tak mampu belenggu gapai kekuatan sebuah rasa
hanya Yakin mewujud tiang di rindangnya

...aku yang tersenyum di Telaga'mu

26.11.12_02.31






Minggu, 11 November 2012

tatkala... 3

terjadi seketika tertikam senyum, buai indah dalam semu
semakin terhanyut oleh bayang semu ciptamu
berlari engkau menjauh tak terlangkah
menjauhkanmu akan diri di dalam dirimu
sejati pribadimu

jelma kejut tawa itu, kuatkan pesan kata ternampak
lari..berlari seakan enggan engkau menyapa dari warna ciptamu
mengelak dari semua itu, kukuhkan warna di wujudmu
engkaupun semakin menjauh dari diri di warnamu

senyum merekah selimutkan kelam di warnamu
engkaupun masih tersenyum
semu tersamar temaram
bergelayut bayang di anganmu, tersembunyi sejati kekuatan itu


engkaupun tetap tersenyum
kelam di warna warna semu, buah cipta karsamu
terleburkan semua itu dalam pelukan rasa
masih tersenyum

tersenyum...

...harmony sebuah simphony






"171819"

Rabu, 17 Oktober 2012

"sesosok itu"

telah lama ia membeku dalam kebekuan
bersembunyi dalam kesunyian
bertopengkan bias bias indah, semu ternampakkan
ia yang membisu dalam beku

sirat sebuah sinar terpancar
bias bias terangi kegelapan
gundah terberai berarakan
leburkan temaram terpendam

alunan sebuah getar meraba
regukan akan rasa lama sirna
sembuhkan goresan akan sebuah gurat
kembalikan jiwa dalam dirinya

lama ia berlari tuk mencari
lepaskan jeda tuk kembali melangkah
menapak di sebuah jalan menghilang
kembalikan wujud sebuah rasa

sebuah "arti kata makna"...

...ia pun kembali


"171819"




sirat bias samar...

Tersenyum waktu kala tersipu
sapuan angin hantaman sukma
merayu membelai siup siup kecil
canda dalam riang sunyimu

Menyapa akan keheningan
kalbu berseteru dengan pintanya
tengadah engkau sirnakan kehampaan
wujud riuh kelakar tawamu

Pertikaian akal akan anganmu
Sapa diri dalam pribadi itu

Mencari dari sebuah arti
arti dari sebuah kata bermakna
sembunyi dibalik jeruji hati tersembunyi
membara dalam tungku rasa

Sebuah arti kata makna dari lingkaran rasa...


"171819"