Powered By Blogger

Rabu, 03 Juli 2019

bara asih asah


Terkadang tanpa anta berantah
Gurau sendu akan belia
Gincu lantunkan tapak membhumi
Gagahmu perkosa nadi

Lunglai berkarat jerat cipta
Sebentuk angan mewujud cakra
Rahim cita gelegar karsa
Pedati rajut gubuk bahtera

Semerbak suram ranummu curam
Senyum hidup tengelam muram
Langkah kabuut sirna tepian
Rengkuh alir dahaga batuan

Jembatan lajur torehan tinta
Gubuk kawah berwujud griya
Samsara rajut sirat aksara
Sangkala durja sujud bertapa

Jingga bilur buih makna
Legam tikam mukti sukma
Elok tiada senja
Pun fajar tanpa rona

“bara asih asah”

270419.1731

kelana dahaga senja


Selimut lingsir kejab rajut
Mega mendulang senja tepian
Camar sembunyi tangan terbalut
Rantai awan gunam sang awan

Nyiur berjejak tapak melawan
Sapu dedaunan tangkal kicauan
Jati cemeti pendam sejati
Dalam buai siap diri

Langkah berlari dalam henti
Akal menari sunyi menepi
Sosok duri goda nurani
Dalam suci duri berdiri

Ladang singgah kerbau dikepala
Bajak tan tuai asa
Putik putik menebar puisi
Benangsari anggun bermelodi

Yang terdalam kesima dahaga
Diluar ia tertawa jingga
Rancang sebuah berita
Tahta mahkota canda sang raja

“kelana dahaga senja”
170319.0432

“tepi pondasi”


Jati jatimu laju tumbuh
Petak petak tanah kembang dibelakang
Riak disemerbak ranum
Dari mereka sang kuncup tak berujung

Rona mereka pacu dalam paras
Hinggap mukti tak berjati
Lambungkan bayu senyap tiada bersayap
Sirnanya zirah tepian pribadi

Helaimu terajam jahanam
Gagahmu sendu merayu
Bilur cemeti pramukti tertanam
Tebir curam gonggong membisu

“tepi pondasi”
280219.0354

Jumat, 09 Februari 2018

Intuisi disebuah Pagi

Kalam ufuk timur mengalir lantun syair suci
Camar tertunduk sujud menepi
Jingga fajar mengambang tapakkan mukti 
Singsing kelam sendu mukti

Merona fajar tiada berparas
Cemeti jati gumilang pribadi

Intuisi disebuah Pagi

04.41_070218

Senin, 25 November 2013

mati suri

ia selalu merindukan...mencari dalam selalu
mati suri...mati suri ia telah kembali
mati suri...ia menari ia menyanyi 
dalam sepi dalam sunyi

ia mengembang bersama batu  batu membisu
mati suri...ia berapi api dalam lautan ia menepi

mati suri... ia menari
ia tidak bersedih...ia tidak bergembira
bahkan ia tak pernah bahagia

mati suri..ia kembali
ia menari...ia bernyanyi 
dalam sepi ia selami sunyi

mati suri...
ia tidak terhidupkan
ia tidak pernah mati

mati suri...ia kembali


"171113"


Minggu, 24 November 2013

Surgaku Dolly

...soerabaya tak lagi ramah
...soerabaya ia tak bergema
...soerabaya ia tak bersuara 

kaki kakiku...kaki kakiku bergelimang tajam
nadi nadiku...nadi nadiku mewujud linangan

...soerabaya ia tak membara

surga surgaku...surga surga ku...surga surgaku
kubangan sampah dari konak konak
konak konak berdahaga
surga surgaku...surga surgaku...dolly

Dolly...surgaku

aku mengangkang...aku mengangkang dari lubang lubang tertutup
hanya untuk beberapa nyawa...hanya untuk nadi nadi kecil
yang terus bergerak mengembang  membesar
yang terkeluar dari kubang kubang lubang surgaku

Dolly surgaku...

aku bukan perempuan...aku bukan wanita
aku bukan pelacur...bukan pelacur
aku adalah airmata berlian
berlian daripada airmata airmata berlinangan

surgaku...Dolly


"171113"

Kamis, 31 Oktober 2013

"cerita sunyi"

aku bernyanyi... ruangkan sepi....
aku menari... selami sunyi....

diamkan diri... tuk dekati....
heningkan hati... temukan arti....


usahlah lari... usah sembunyi....
untuk hadapi... cerita sunyi....

satukan rasa...leburkan jiwa....
satukan asa...leburkan sukma....


tersenyumlah cinta.......