Diri
terpeluk waktu dalam mukti pribadi
Buai
jalan likumu paksa sukma tuk merintih
Tertatih
aku melangkah di semu’nya benderang
Rangkai
sisa tapakmu dalam perjalanan panjang
Terlena aku dalam benderang…
Jurang mengangah buas menerkam…
Engkau
pergi berlalu selami temaram
Diheningmu
kidung kidung berlarian
Mengurai
kusut berbentuk rajutan
Tuk
mewujud Dwi Warna lembar helaimu
Aku yang menjauh dari sejatiku
Berdetak oleh ulur lentik jemarimu
Kembali
sosokmu rasuki jiwaku
Gumpalkan
energi sejati di ujung pedangku
Menebas
kokoh gincu gincu manjaku
Tuk
kembalinya sejati diri dalam pribadiku
Pertiwi…
Aku
kan menari di gulita ciptaku
Pertiwi…
Aku
anakmu
Kami
Poetra Poetri’mu
Pertiwi…
Hentikan
jeritmu
Murni
tetesanmu usahlah berlinang
Pertiwi…
Aku
anakmu
Kami
Poetra Poetri’mu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar