Powered By Blogger

Senin, 29 April 2013

habis terang terbitlah gelap...



Diri terpeluk waktu dalam mukti pribadi
Buai jalan likumu paksa sukma tuk merintih
Tertatih aku melangkah di semu’nya benderang
Rangkai sisa tapakmu dalam perjalanan panjang

            Terlena aku dalam benderang…
            Jurang mengangah buas menerkam…

Engkau pergi berlalu selami temaram
Diheningmu kidung kidung berlarian
Mengurai kusut berbentuk rajutan
Tuk mewujud Dwi Warna lembar helaimu

            Aku yang menjauh dari sejatiku
            Berdetak oleh ulur lentik jemarimu

Kembali sosokmu rasuki jiwaku
Gumpalkan energi sejati di ujung pedangku
Menebas kokoh gincu gincu manjaku
Tuk kembalinya sejati diri dalam pribadiku

Pertiwi…
Aku kan menari di gulita ciptaku
Hanya dalam gulita, hakiki biasmu terpendar

Pertiwi…
Aku anakmu
Kami Poetra Poetri’mu

Pertiwi…
Hentikan jeritmu
Murni tetesanmu usahlah berlinang

Pertiwi…
Aku anakmu
Kami Poetra Poetri’mu

… Untukmu Poetri Pertiwi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar