Powered By Blogger

Selasa, 25 Oktober 2011

bertanya malam...

seorang anak bertanya kepada malam...kenapa engkau ada malam...??
malam pun tak dapat menjawabnya....
dan ia pun kembali bertanya...kenapa juga engkau datang...??
malam hanya terdiam membisu....
seorang anak itu pun kembali bertanya...kenapa kegelapan selalu mengikutimu...??
tak satu kata pun yg terucapkan oleh malam....

berkelana sang malam mengejar rasa penasaran yg di dapatkan dari anak kecil itu tadi.
melewati dingin menembus tebalnya kabut....

di tengah perjalanannya sang malam kembali bertemu dengan seorang anak itu lagi,
dan kembali pertanyaan pertanyaan terlontar dari mulut seorang anak itu...

malam..,kenapa engkau meninggalkan siang yang selalu setia menemanimu...??
tertegun malam mendengar pertanyaan yang dalam itu keluar dr seorang anak....
tak berhenti anak itu bertanya kembali...kenapa sedari tadi engkau terdiam seribu bahasa...??
sang malam pun masih terdiam ...
tak berhenti ia pun kembali bertanya kepada sang malam...kenapa engkau tak segera menjawab,kalau pun tak sanggup menjawab bertanya kepada dirimu sendiri....??

berlalu sang malam dari........

tiba waktu sang malam untuk kembali melakukan perjalanan mengikuti buah dari pertanyaan seorang anak yang selalu terngiang di setiap angan-angannya.....tiba di sebuah pemberhentian dimana semua suasana bercengkrama dengan indahnya....hening, sunyi, sepi, hiruk pikuk, ramai, senang, bahagia, sedih, duka, kalut, bersuka ria dengan rasa yang masing-masing dibawanya....

dan......

bertemulah sang malam dengan seorang anak itu.....setelah sekian waktu akhirnya sang malam mengeluarkan getaran pita suaranya.....dan balik bertanya kepada seorang anak itu....

sekian lama aku berjalan temani sang waktu baru kali ini aku dipertemukan seorang anak yang bertanya kepadaku...??

wahai seorang anak kenapa engkau bertanya kepadaku,bukankah di atas sudah tertera "bertanya malam....??" yang seharusnya akulah yang bertanya.... kenapa aku ada, kenapa aku datang, dan kenapa pula gelap selalu mengikutiku.....??aku ada karena ada yang berkehendak, aku datang karena ada yang berkehendak.... kenapa gelap selalu mengikutiku, karena disitulah aku...

seorang anak itu hanya terdiam mendengar sang malam bersuara....dan ia pun kembali mengetarkan pita suaranya....

dan pula...kenapa aku meninggalkan siang....?? karena dialah sang "setia"... karena aku dan dia tak terlepaskan, kami berjalan dalam suatu yang berbeda... dan menyatu melengkapi lingkaran "waktu"....

mendengar itu semua hanya senyuman yang terkeluar dari wajah seorang anak..... dalam hati seoarang anak itu berbicara.... (akhirnya engkau tahu siapakah engkau, pertanyaan itu sebenarnya keluar dari dalam dirimu dan hanya dirimulah yang sanggup menjawab pertanyaan itu....)


cerita di sebuah malam...


"171819"






Senin, 17 Oktober 2011

tatkala... -2

siup siup merayap menjalar
tembang lamun menenggadah
tertawa dalam lari semilir hembuskan harap
kejar kerak mimpi bocah bocah


        renungan gunung tebing terpanjati
        kesederhanaan sebuah doa


jari yang masih menari
membisik nadi tuk sebuah kepalan
jerit rasa rasa mengurai
hempaskan sepi tuk dekap sang sunyi


       lamun dalam anggan
       kembali di damaimu...




"171819"





untuk sebuah nama...

....tersembunyi suatu dalam paras itu
urai sebuah kanvas tersamar 
...senyum mendekap di kuncupmu
lentik mengoda bias pancarmu


       langkah terjejak tersirat makna
       keruut pun percikan arti


...rangkai kata di sebuah nama
wujudkan jiwa gerakkan sukma
...gambarkan cipta Sang Pemilik Nama


       Alpha
            Lima
                      India 
                             Tango


"171819"






Selasa, 04 Oktober 2011

"titik di sebuah titik"

menari di tarian tak ber'alur
sebuah gambar terbayang oleh gemulai gerak
tanpa bayang di balik bayang 
membayangi bayang bayang kelam 

kelam dalam lamun
lamun mengelamkan bayang
paras terbayang sembunyikan senyum senyam
senyum senyum pun terberai...

beraikan tirai lamun kelam....






Minggu, 07 Agustus 2011

matur suksma...

terima kasih...


telah kau sisihkan sedikit 
tinta ke dalam tautan cerita itu...
tak kan terhapus hanya dengan cerita-cerita indahmu...
terabadikan tuk menjadi prolog yang melengkapi alur cerita 
dari sebuah cerita yang selalu mencari titik akhir cerita...



"171819"






"sist..." -(2)

to you sist'...

tak kan tahu apa yang menari dalam benakmu
terlihat suatu tersembunyi  di suatu
terdengarkah netramu
terpandangkah oleh gendang gendang telinga

        cerna di kubang benak
        benak benak sungging mengoda
        goyang yakin akan percayamu

kembali diri di dirimu...


"171819"




"1

"sist..."

to you sist'...

setitik uraian gemulai ricik
hembusan semilir siup siup kecil
bergulir denting terajut sulaman
teruskan goretan terpencar

                singkat dalam sekejab
                waktupun sunggingkan senyum

terkedip binar buaian lentik
bangkitkan ia dari kesunyian
rona tersembunyi kembali  memerah
bias lembut laraskan senyummu

               gemintang pun tersenyum
               bisikan nada lirih
               bercumbu dalam  malam
               hantarkan kita di dekapnya


"171819"





jawab sajak malammu...


awang terbayang awang
dalam awang mendekap awang awang 
gulita terawang perangah
bayang sebuah awang

 butiran sukma hamparan angan
 terbesit kerut kening
 terjal tebing curamnya bukit
alurkan langkah tapakkan harap  

awang terjal menerawang alur
 harapan awang kerutan kening 
terperangah sukma terbuai dekapan


"171819"





Selasa, 19 Juli 2011

"anugurihiitusomi" (terima kasih)

''untukmu Sang Rasa"

tertulis lintasan tentang kaki kaki tak berjejak
diantara langkah terbujur menuai waktu
dari sebuah lingkaran tersamarkan
mengisi tinta oleh sebuah warna

...terwujud dari sebuah angan
lewati jalan panjang
...dari sebuah lorong lorong semu
tuk sebuah senyum dari sang pencipta

dari sebuah perjuangan panjang
penantian sebuah harap yang terhela

...ragaku pun menjadi warna dari sebuah lingkaran
nafasmu pun tuntun di setiap hela'ku
...amarah tercipta oleh kasihmu
rasa terwujudkan dipeluhmu

...oret oretan kutulis teruntuk...

*.Sang Rasa... puja dan pujiku teruntukMu...
Rasa dari segala Rasa
Maha dari segala Maha
Nama dari segala Nama

*.Tuhan Kecilku... kedua sang penciptaku yang menghadirkan aku dalam buaian semesta.Dengan peluhnya aku ditimang dari kasihnya aku bisa mengasihi, dari emosinya terbentuk isi dari sebuah tempurung kepala, dari sayangnya terbentuk karakter yang selalu ikut dalam peperangan watakku....
tak sangggup ku berucap....
tak kan mampu nyawa yang berada dalam raga ini tuk membalas semua...
hanya sisa sisa waktu ini yang kan selalu berusaha membuat bias dari senyummu terpancarkan...

...karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar orang tuaku
karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar pembimbingku
...karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar penghadirku di dunia ini
karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar pengingatku

...karena Engkau dan Dia adalah Tuhan Kecil bagiku...

*.Semua yang memberitahukan akan Baik Buruk, Benar Salah, Hitam Putih dan segala warna... dengan arahanmu aku dapat berpijak, berjalan maupun menempuh apapun yang sekilas tak mampu kulakukan...dalam sulitku aku mampu merangkak tuk berdiri karena bayang semangatmu...dalam keruhnya air mengalir aku bisa berusaha tuk kembali di permukaan...

...karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar guru bagiku
karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar pembimbing pembimbingku
...karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar penghukum serta pengingat akan salah dan burukku
karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar pemuja serta pengagum akan benar dan baikku
...karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar hitam dan putih dari segala warnaku

...karena Engkau dan Dia  adalah dua sisi yang selalu temani dalam  setiap langkahku
karena Engkau dan Dia adalah dua sisi hilir yg menjadikan aku neraca di dalam hidupku sebagai utusan dan tanggung jawab terhadap diri pribadiku, keluarga, bangsa dan negara, tanah air, alam serta Tuhanku...

*.Semua sahabat, teman, kawan, rekan, saudara, keluarga serta tak lupa semua mahkluk mahklukMU baik yang terwujud maupun tak terwujud...
untukmu yang menganggapku ada dan menerima segala khilafku, salah, sombong, naif, angkuh serta segala kurangku...
aku yang merasa bahagia berada dalam sekelilingmu dan aku yang merasakan nikmat karenamu...darimu aku bisa belajar menemukan arti kata makna...

...karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar kelebihan bagiku
karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar pengisi di setiap kurangku
...karena Engkau dan Dia aku temukan arti dalam kata
karena Engkau dan Dia  aku temukan kata yang terkandung makna
...karena Engkau dan Dia  aku bisa memaknai arti dalam setiap kata

...karena Engkau dan Dia adalah warna dari harmonisasi lingkaran kecilku yang tak terpisahkan di dalam lingkaran besarku...

*.jiwa ragaku... untuk jiwaku yang mengilhami setiap inspirasi di dalam benak angan serta otakku...yang mengisi nurani dan dalamnya hati, yang menuntun rasaku tuk berjalan, yang mengasah sisi spiritual tuk meyakinkan batin dalam yakinku...sumber warna warna yang tak terlihat dari sisi balikku...
untuk ragaku sang setia menemani di setiap tapak tapak yang terjejakkan oleh kakinya...dengan tanganmu aku bisa mengapai, memeluk, meraih di setiap inginku...dan segala semua yang menjadi bagian dari ragaku, yang menjadi penyeimbang dalam jiwaku....

...karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar jiwa di batinku
karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar lahir yang membentuk ragaku
...karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar sosok bagiku
karena Engkau dan Dia  bukanlah sekedar bayang bayang semuku

...karena Engkau dan Dia adalah bagian dari dalam-KU...

*.rasaku... yang selalu membelajariku akan selalu tersenyum dalam tangisku...linangan akan bahagiaku...membimbingku tuk melihat yang tergerak, mengerakkan yang terdengar serta mendengar dari yang ternampakkan...
yang mengajariku mencerna dari apa yang tak mampu tercerna oleh panca indera....

...karena Engkau adalah rasa
karena Dia adalah hidup...

...karena Engkau dan Dia adalah rasa didalam hidup

dan...

karena Engkau dan Dia bersemayam hidup dalam dekapan rasa...


*.untuk yang terlewati baik yang ternampak maupun tak ternampakkan, serta kepada semua mahkluk mahklukMU...

ijinkan aku berucap... matur suksma... Anugurihiitusomi...

salamku...tuk anak anak angin, serta poetra poetri Pertiwi...

"BHINEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DHARMA MANGWRA" 

Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa.”


salam MERAH PUTIH...


"171819"






Minggu, 13 Maret 2011

"bisikan jasadku"

...malam menggoda dengan candamu tersembunyi
Terdengar lirih getaran pita suara
...sampaikan benakmu tuk tertangkap oleh anganku
Gemintang datang ramaikan peluh

              ....gendang telinga pun tergetar
              Sambut gelombang merdumu....

Siup semilir tirukan aliran sungai merahmu
Hamparan savana gambarkan padang sukma
Ranu Kumbolo, Segara Anak, bersama telaga Tiga Warna
....enggan tuk bersanding di sisi telaga hatimu

              ....lirih bisikmu, samarkan anganku
              Sedih kau bernyanyi, sepi pun menari....

...irama - irama itu selaraskan jiwamu
Gelitik sukma sunggingkan senyum
Kalbumu merengkuh...
...berdansa jiwa bersama ketukan benak

                ...damai dalam buai RASA...



 “171819”