Powered By Blogger

Minggu, 11 November 2012

tatkala... 3

terjadi seketika tertikam senyum, buai indah dalam semu
semakin terhanyut oleh bayang semu ciptamu
berlari engkau menjauh tak terlangkah
menjauhkanmu akan diri di dalam dirimu
sejati pribadimu

jelma kejut tawa itu, kuatkan pesan kata ternampak
lari..berlari seakan enggan engkau menyapa dari warna ciptamu
mengelak dari semua itu, kukuhkan warna di wujudmu
engkaupun semakin menjauh dari diri di warnamu

senyum merekah selimutkan kelam di warnamu
engkaupun masih tersenyum
semu tersamar temaram
bergelayut bayang di anganmu, tersembunyi sejati kekuatan itu


engkaupun tetap tersenyum
kelam di warna warna semu, buah cipta karsamu
terleburkan semua itu dalam pelukan rasa
masih tersenyum

tersenyum...

...harmony sebuah simphony






"171819"

Rabu, 17 Oktober 2012

"sesosok itu"

telah lama ia membeku dalam kebekuan
bersembunyi dalam kesunyian
bertopengkan bias bias indah, semu ternampakkan
ia yang membisu dalam beku

sirat sebuah sinar terpancar
bias bias terangi kegelapan
gundah terberai berarakan
leburkan temaram terpendam

alunan sebuah getar meraba
regukan akan rasa lama sirna
sembuhkan goresan akan sebuah gurat
kembalikan jiwa dalam dirinya

lama ia berlari tuk mencari
lepaskan jeda tuk kembali melangkah
menapak di sebuah jalan menghilang
kembalikan wujud sebuah rasa

sebuah "arti kata makna"...

...ia pun kembali


"171819"




sirat bias samar...

Tersenyum waktu kala tersipu
sapuan angin hantaman sukma
merayu membelai siup siup kecil
canda dalam riang sunyimu

Menyapa akan keheningan
kalbu berseteru dengan pintanya
tengadah engkau sirnakan kehampaan
wujud riuh kelakar tawamu

Pertikaian akal akan anganmu
Sapa diri dalam pribadi itu

Mencari dari sebuah arti
arti dari sebuah kata bermakna
sembunyi dibalik jeruji hati tersembunyi
membara dalam tungku rasa

Sebuah arti kata makna dari lingkaran rasa...


"171819"






kata tawamu...

berkata kata buai kata
kata terbuai tuk berkata
kata berkata untuk buaian
membuai kata kata 

kata berkata dalam tawa
dalam tawa engkau berkata kata
bawa kata tawamu ke dalam
dalam tawa bermakna sebuah arti kata

sejukan jiwa gersang
dalam teriknya malam...

...untukmu


"171819"




hening dalam goda...

bermakna engkau menyapa dalam tapakku
di jeda itu getaran pita suara melantun
kejutkan aku dalam nikmat lelah
jejak pun tak terlangkah

bermandikan tawa di senyummu
binar hapus linanganmu...

sajak sajak kecil mengema
gugah akan rasa terpendam
buaian waktu mendekap harap
engkaupun tersenyum

senyum di tawamu
kembalikan bias parasmu...

nikmat sakit samar terasa
bendungan rapuh akan rindumu
temukan angan terbuang
leburkan beku beku membatu

hembusan siup dalam gelap mencekam
gemintang menari di kejauhan 
"tampan"mu malu tuk ternampak
berkurang indah di malam itu

debu debu hantarkan rindu akan rasa itu...


"171819"




Selasa, 24 Juli 2012

"lukamu..."

Serpihanmu berarakan duka
Rintihanmu hanyutkan sukma
Tawamu adalah Persada
Senyummu mengembang di Mayapada

Guratan luka di helai sayapmu
Terbangkan engkau rengkuh cakrawala

Kusud yang memeluk helai - helaimu
Tak kurangi indahmu
MERAHmu adalah bara
PUTIHmu suci tersembunyi makna

PERTIWI hempaskanlah sedih
Buanglah duka...
PERTIWI ulurkanlah tali
Tuk kami mengikat janji...


"171819"




Selasa, 25 Oktober 2011

bertanya malam...

seorang anak bertanya kepada malam...kenapa engkau ada malam...??
malam pun tak dapat menjawabnya....
dan ia pun kembali bertanya...kenapa juga engkau datang...??
malam hanya terdiam membisu....
seorang anak itu pun kembali bertanya...kenapa kegelapan selalu mengikutimu...??
tak satu kata pun yg terucapkan oleh malam....

berkelana sang malam mengejar rasa penasaran yg di dapatkan dari anak kecil itu tadi.
melewati dingin menembus tebalnya kabut....

di tengah perjalanannya sang malam kembali bertemu dengan seorang anak itu lagi,
dan kembali pertanyaan pertanyaan terlontar dari mulut seorang anak itu...

malam..,kenapa engkau meninggalkan siang yang selalu setia menemanimu...??
tertegun malam mendengar pertanyaan yang dalam itu keluar dr seorang anak....
tak berhenti anak itu bertanya kembali...kenapa sedari tadi engkau terdiam seribu bahasa...??
sang malam pun masih terdiam ...
tak berhenti ia pun kembali bertanya kepada sang malam...kenapa engkau tak segera menjawab,kalau pun tak sanggup menjawab bertanya kepada dirimu sendiri....??

berlalu sang malam dari........

tiba waktu sang malam untuk kembali melakukan perjalanan mengikuti buah dari pertanyaan seorang anak yang selalu terngiang di setiap angan-angannya.....tiba di sebuah pemberhentian dimana semua suasana bercengkrama dengan indahnya....hening, sunyi, sepi, hiruk pikuk, ramai, senang, bahagia, sedih, duka, kalut, bersuka ria dengan rasa yang masing-masing dibawanya....

dan......

bertemulah sang malam dengan seorang anak itu.....setelah sekian waktu akhirnya sang malam mengeluarkan getaran pita suaranya.....dan balik bertanya kepada seorang anak itu....

sekian lama aku berjalan temani sang waktu baru kali ini aku dipertemukan seorang anak yang bertanya kepadaku...??

wahai seorang anak kenapa engkau bertanya kepadaku,bukankah di atas sudah tertera "bertanya malam....??" yang seharusnya akulah yang bertanya.... kenapa aku ada, kenapa aku datang, dan kenapa pula gelap selalu mengikutiku.....??aku ada karena ada yang berkehendak, aku datang karena ada yang berkehendak.... kenapa gelap selalu mengikutiku, karena disitulah aku...

seorang anak itu hanya terdiam mendengar sang malam bersuara....dan ia pun kembali mengetarkan pita suaranya....

dan pula...kenapa aku meninggalkan siang....?? karena dialah sang "setia"... karena aku dan dia tak terlepaskan, kami berjalan dalam suatu yang berbeda... dan menyatu melengkapi lingkaran "waktu"....

mendengar itu semua hanya senyuman yang terkeluar dari wajah seorang anak..... dalam hati seoarang anak itu berbicara.... (akhirnya engkau tahu siapakah engkau, pertanyaan itu sebenarnya keluar dari dalam dirimu dan hanya dirimulah yang sanggup menjawab pertanyaan itu....)


cerita di sebuah malam...


"171819"