Berjalan ke arahku engkau tapakkan senyummu
Berhimpit waktu, kau bentangkan rindu akan rasamu
Melawan sebuah gambaran, goretkan tinta tinta warna
Kanvas berisikan buliran rindu, bentuk lukisan abstrak
akan semua itu
Satu…yang tersatukan
Awalan langkah mulai tergerak
Tapakkan jejak tuk perjalanan panjang
Mencari titik akhir cerita dari derita tanpa akhir
Jabat eratmu dekap langkah kita…
Berpaling dari warnamu, reguk buah hasil rasa itu
Indah tercipta di warna baru
Yang selalu tersenyum
…bias indahmu
Terkadang engkau berontak akan warnaku, wujud akan rasamu
Emosimu samar terkadang menyapaku, khawatirmu…
Semua kau perlihat dengan bahasa nyata
Senyummu…
Yang selalu bersama dalam Samuderamu… (Tanah Persada)
…Anak Angin di tapaknya yang tak terjejak


Tidak ada komentar:
Posting Komentar