Powered By Blogger

Kamis, 12 September 2013

Kuning itu tersangggah Cokelat...

Pendatang ia datang tanpa tahu tujuan ia datang
Tak berakal..ia berakal...ia datang
Tiba dengan polosnya ia hampa
Tanpa sadar sodor lembar sehelai

Kosong murni terisi...samar tak beraksara
Tinta tinta merayu mencumbunya
Tetap samar tak beraksara tanpa warna

Ia melangkah tanpa warna tanpa arah
Tapak setapak jejakmu terlangkah

Engkau tersapu engkau tersipu
Pada diri pada pribadi..sejati
Pintamu akan tetes titik tintanya..tiada pintamu
Lembarmu gemulai tak berdaya

Apakah tinta tinta itu..
Tintamu kah
Apakah warna warna itu..
Berwarna kah

Ia tak bertinta..ia tak berwarna
Ia adalah aksara tak beraksara
Ia warna tanpa warna
Tak memberi akan pinta..tiada pinta akan pemberianmu

Ia adalah isi tanpa mengisi
Tak bertinta tanpa warna ia mewujud
Tanpa memberi tanpa meminta
Ya..ia...adalah Kasih

090913.1745

Minggu, 25 Agustus 2013

"sejawat dalam perjalanan cahaya mu"

engkau adalah aku tanpa kata dalam cawan waktu...di ruang sebuah tungku
nama mu adalah kami,kita...ya semua pada garis titian mu

engkau hidup..kami hidup...

raga hanya kencana pada ufuk ia terpeluk jingga
jiwa mewujud warna dalam sederhana
sayup di netramu pendam bara luapan jiwa

nada mu mengema mengembara...mengalun di tepian mukti nadi
membias senyum mu, engkau peluk kami membalik cahaya
rengkuh lingkar erat kami di kejauhan...

"untukmu amink"

Senin, 27 Mei 2013

Yang Terlupakan... (BENDERA SETENGAH TIANG)

...

bagiku...tetesan keringatmu adalah cambuk pelecutku
bagiku...lantang suaramu adalah halilintar semangatku
bagiku...sosokmu adalah energi dalam ragaku
bagiku...kerut di rautmu adalah penuntun dalam pengabdianku
bagiku...cucuran darahmu adalah isi dari segala jiwaku

...dan

bagiku...Engkau tetap PAHLAWAN'ku...PAHLAWAN BESAR'ku

perjalananmu adalah bentangan Persada
lukamu adalah penghapus linangan Pertiwi
dalam ragamu membara sang MERAH
di jiwamu bernaung sang PUTIH


bagiku...

Engkau tetap PAHLAWAN'ku...

BANGUN...!!! BANGKIT...!!! BERGERAK...!!!

POETRA POETRI PERTIWI...

linangan dalam tunduk'ku...

...teruntukmu PAHLAWAN.






Senin, 29 April 2013

habis terang terbitlah gelap...



Diri terpeluk waktu dalam mukti pribadi
Buai jalan likumu paksa sukma tuk merintih
Tertatih aku melangkah di semu’nya benderang
Rangkai sisa tapakmu dalam perjalanan panjang

            Terlena aku dalam benderang…
            Jurang mengangah buas menerkam…

Engkau pergi berlalu selami temaram
Diheningmu kidung kidung berlarian
Mengurai kusut berbentuk rajutan
Tuk mewujud Dwi Warna lembar helaimu

            Aku yang menjauh dari sejatiku
            Berdetak oleh ulur lentik jemarimu

Kembali sosokmu rasuki jiwaku
Gumpalkan energi sejati di ujung pedangku
Menebas kokoh gincu gincu manjaku
Tuk kembalinya sejati diri dalam pribadiku

Pertiwi…
Aku kan menari di gulita ciptaku
Hanya dalam gulita, hakiki biasmu terpendar

Pertiwi…
Aku anakmu
Kami Poetra Poetri’mu

Pertiwi…
Hentikan jeritmu
Murni tetesanmu usahlah berlinang

Pertiwi…
Aku anakmu
Kami Poetra Poetri’mu

… Untukmu Poetri Pertiwi




Rabu, 10 April 2013

Sendal Jepit…


Kemana wujud dari sebuah sendal… LANDASAN tapak tuk berjejak
Sembunyikah penamu… tuk torehkan SEJARAH
Sampul sampul indah bukumu… apa hanya tuk palingkan CERITA
Kain pun masih Terberai

Secuil guratan tangan tercampak keindahan
Wajah berparas lentik tikam sejawat
Gagahmu yang berpaling
Goyang warna dalam pena

Sendal kembali tertapak… LANDASAN

“100113”





Samuderamu…


Berjalan ke arahku engkau tapakkan senyummu
Berhimpit waktu, kau bentangkan rindu akan rasamu
Melawan sebuah gambaran, goretkan tinta tinta warna
Kanvas berisikan buliran rindu, bentuk lukisan abstrak akan semua itu

Satu…yang tersatukan

Awalan langkah mulai tergerak
Tapakkan jejak tuk perjalanan panjang
Mencari titik akhir cerita dari derita tanpa akhir

Jabat eratmu dekap langkah kita…

Berpaling dari warnamu, reguk buah hasil rasa itu
Indah tercipta di warna baru
Yang selalu tersenyum

…bias indahmu

Terkadang engkau berontak akan warnaku, wujud akan rasamu
Emosimu samar terkadang menyapaku, khawatirmu…
Semua kau perlihat dengan bahasa nyata
Senyummu…

Yang selalu bersama dalam Samuderamu… (Tanah Persada)

…Anak Angin di tapaknya yang tak terjejak

“071112”



Terbahak dalam hiruk keramaian…


Kala setiap manusia bertarung dalam peperangan hidupnya, aku mulai dihantui oleh kelakar candaku…lalu lalang kesedihan tak berujung, berhembus butiran debu di pipimu…mengejar mimpi mimpi di bayang angan itu, keluar engkau dari lamun tengadah…


Berjalan angan tak tersentuh
Kecup mimpi sunyimu

Kala waktu mengoda  memelukmu, senyum tersipu
Beranjak dari sadarmu, engkau pun memulai itu
Terbahak langkah lunglai, peluh basuh semangatmu
Terjang terjal mengarahmu, semnyum kau lalui itu
Kerikil pun gelitik tapakmu

Angan terpanggang tergoda tawa
Menjelma semu butiran mimpi
Menangis merintih engkau tersenyum
Sibak tirai lamun tengadah

Menari nari…berlaria terirak tiram
Mencari arti dari arti
Miliki mimipi wujud sebuah arti
Mimpi mimpi pun berarti

… yang berlari mengejar mimpi dalam sebuah arti

“0202_052012”