Pendatang ia datang tanpa tahu tujuan ia datang
Tak berakal..ia berakal...ia datang
Tiba dengan polosnya ia hampa
Tanpa sadar sodor lembar sehelai
Kosong murni terisi...samar tak beraksara
Tinta tinta merayu mencumbunya
Tetap samar tak beraksara tanpa warna
Ia melangkah tanpa warna tanpa arah
Tapak setapak jejakmu terlangkah
Engkau tersapu engkau tersipu
Pada diri pada pribadi..sejati
Pintamu akan tetes titik tintanya..tiada pintamu
Lembarmu gemulai tak berdaya
Apakah tinta tinta itu..
Tintamu kah
Apakah warna warna itu..
Berwarna kah
Ia tak bertinta..ia tak berwarna
Ia adalah aksara tak beraksara
Ia warna tanpa warna
Tak memberi akan pinta..tiada pinta akan pemberianmu
Ia adalah isi tanpa mengisi
Tak bertinta tanpa warna ia mewujud
Tanpa memberi tanpa meminta
Ya..ia...adalah Kasih
090913.1745
sebuah kanvas samar terisi lukisan dari kumpulan oret oretan di waktu senggang dipelukan rasa damai...
Kamis, 12 September 2013
Minggu, 25 Agustus 2013
Senin, 27 Mei 2013
Yang Terlupakan... (BENDERA SETENGAH TIANG)
bagiku...tetesan keringatmu adalah cambuk pelecutku
bagiku...lantang suaramu adalah halilintar semangatku
bagiku...sosokmu adalah energi dalam ragaku
bagiku...kerut di rautmu adalah penuntun dalam pengabdianku
bagiku...cucuran darahmu adalah isi dari segala jiwaku
...dan
bagiku...Engkau tetap PAHLAWAN'ku...PAHLAWAN BESAR'ku
perjalananmu adalah bentangan Persada
lukamu adalah penghapus linangan Pertiwi
dalam ragamu membara sang MERAH
di jiwamu bernaung sang PUTIH
bagiku...
Engkau tetap PAHLAWAN'ku...
BANGUN...!!! BANGKIT...!!! BERGERAK...!!!
POETRA POETRI PERTIWI...
linangan dalam tunduk'ku...
...teruntukmu PAHLAWAN.
Senin, 29 April 2013
habis terang terbitlah gelap...
Diri
terpeluk waktu dalam mukti pribadi
Buai
jalan likumu paksa sukma tuk merintih
Tertatih
aku melangkah di semu’nya benderang
Rangkai
sisa tapakmu dalam perjalanan panjang
Terlena aku dalam benderang…
Jurang mengangah buas menerkam…
Engkau
pergi berlalu selami temaram
Diheningmu
kidung kidung berlarian
Mengurai
kusut berbentuk rajutan
Tuk
mewujud Dwi Warna lembar helaimu
Aku yang menjauh dari sejatiku
Berdetak oleh ulur lentik jemarimu
Kembali
sosokmu rasuki jiwaku
Gumpalkan
energi sejati di ujung pedangku
Menebas
kokoh gincu gincu manjaku
Tuk
kembalinya sejati diri dalam pribadiku
Pertiwi…
Aku
kan menari di gulita ciptaku
Pertiwi…
Aku
anakmu
Kami
Poetra Poetri’mu
Pertiwi…
Hentikan
jeritmu
Murni
tetesanmu usahlah berlinang
Pertiwi…
Aku
anakmu
Kami
Poetra Poetri’mu
Rabu, 10 April 2013
Sendal Jepit…
Kemana wujud dari sebuah
sendal… LANDASAN tapak tuk berjejak
Sembunyikah penamu… tuk
torehkan SEJARAH
Sampul sampul indah
bukumu… apa hanya tuk palingkan CERITA
Kain pun masih Terberai
Secuil guratan tangan
tercampak keindahan
Wajah berparas lentik
tikam sejawat
Gagahmu yang berpaling
Goyang warna dalam pena
Sendal kembali
tertapak… LANDASAN
“100113”
Samuderamu…
Berjalan ke arahku engkau tapakkan senyummu
Berhimpit waktu, kau bentangkan rindu akan rasamu
Melawan sebuah gambaran, goretkan tinta tinta warna
Kanvas berisikan buliran rindu, bentuk lukisan abstrak
akan semua itu
Satu…yang tersatukan
Awalan langkah mulai tergerak
Tapakkan jejak tuk perjalanan panjang
Mencari titik akhir cerita dari derita tanpa akhir
Jabat eratmu dekap langkah kita…
Berpaling dari warnamu, reguk buah hasil rasa itu
Indah tercipta di warna baru
Yang selalu tersenyum
…bias indahmu
Terkadang engkau berontak akan warnaku, wujud akan rasamu
Emosimu samar terkadang menyapaku, khawatirmu…
Semua kau perlihat dengan bahasa nyata
Senyummu…
Yang selalu bersama dalam Samuderamu… (Tanah Persada)
…Anak Angin di tapaknya yang tak terjejak
Terbahak dalam hiruk keramaian…
Kala setiap manusia bertarung dalam peperangan hidupnya, aku
mulai dihantui oleh kelakar candaku…lalu lalang kesedihan tak berujung,
berhembus butiran debu di pipimu…mengejar mimpi mimpi di bayang angan itu,
keluar engkau dari lamun tengadah…
Berjalan
angan tak tersentuh
Kecup
mimpi sunyimu
Kala
waktu mengoda memelukmu, senyum tersipu
Beranjak
dari sadarmu, engkau pun memulai itu
Terbahak
langkah lunglai, peluh basuh semangatmu
Terjang terjal mengarahmu, semnyum kau lalui itu
Kerikil pun gelitik tapakmu
Angan terpanggang tergoda tawa
Menjelma semu butiran mimpi
Menangis merintih engkau tersenyum
Sibak tirai lamun tengadah
Menari nari…berlaria terirak tiram
Mencari arti dari arti
Miliki mimipi wujud sebuah arti
Mimpi mimpi pun berarti
… yang berlari mengejar mimpi dalam sebuah arti
“0202_052012”
Langganan:
Postingan (Atom)






nama mu adalah kami,kita...ya semua pada garis titian mu
engkau hidup..kami hidup...
raga hanya kencana pada ufuk ia terpeluk jingga
jiwa mewujud warna dalam sederhana
sayup di netramu pendam bara luapan jiwa
nada mu mengema mengembara...mengalun di tepian mukti nadi
membias senyum mu, engkau peluk kami membalik cahaya
rengkuh lingkar erat kami di kejauhan...
"untukmu amink"